Workshop ini lahir dari ide berani tim kurikulum bersama Wakakur, didukung penuh Kepala Sekolah, dan bahkan dihadiri langsung oleh Kepala KCD Lombok Timur. Semua hadir dengan satu misi: bikin pembelajaran di SMK itu nggak ketinggalan zaman. Nggak cuma soal mengajar yang “lebih rajin”, tapi tentang bikin kelas jadi tempat mikir, penasaran, dan tumbuh. Bahkan, para guru juga diajak ngulik dunia coding dan AI sesuatu yang mungkin dulu cuma dibayangkan anak IT.
Yang bikin kerasa banget: ini bukan sekadar acara. Ini semacam gerakan diam-diam. Guru-guru yang biasanya mengajar, sekarang justru belajar lagi. Belajar dengan jujur, dengan bingung, dengan penasaran. Dan di situlah justru perubahan dimulai.
Pendidikan nggak bisa jalan kalau gurunya berhenti belajar. Dan SMK 2 Selong hari ini membuktikan satu hal penting: kalau pengajarnya berani melangkah, siswanya pasti bakal ikut bergerak.
Laporan tim @esemkadanews
Kami bukan penonton. Kami pelaku cerita.
.jpg)