“Soalnya Bikin Mikir” ANBK 2025 Jadi Cermin Diri di Esemkada

Selasa, 29 Juli 2025 | Juli 29, 2025 WIB Last Updated 2025-07-30T13:08:08Z


“Soalnya nggak susah, tapi bikin mikir dua kali,” kata salah satu peserta, yang baru saja keluar dari ruang Lab Digital. Ia bukan satu-satunya yang bilang begitu. Rabu pagi, (30/08/2025), ada puluhan siswa SMKN 2 Selong yang duduk tenang di depan layar komputer, menjawab soal demi soal dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Bagi sebagian, ini pengalaman pertama menghadapi ujian yang bukan soal hafalan.

ANBK bukan soal siapa paling pintar hafal rumus. Di sini, yang dinilai adalah cara berpikir, kemampuan memahami teks, menyelesaikan persoalan sehari-hari lewat logika numerasi, dan bahkan bagaimana siswa mengenal nilai-nilai dalam dirinya sendiri.

Lewat tiga instrumen utama AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar ANBK mencoba melihat lebih dalam: bagaimana sekolah membentuk cara siswa tumbuh, merasa, dan belajar.

Banyak siswa bilang, soal-soalnya seperti ngobrol kadang menantang, kadang menggelitik, tapi bikin mikir. Ada soal tentang membaca berita, ada yang soal logika, ada juga yang mengajak refleksi: “Apakah kamu merasa nyaman belajar di sekolah?” Tak lagi sekadar mencari jawaban benar, tapi mencoba memahami siapa mereka sebagai pelajar.

Guru, teknisi, dan tim pelaksana ANBK bekerja solid. Siswa hadir dengan disiplin dan semangat. Tak berlebihan jika hari itu menjadi simbol bahwa Esemkada tak hanya mendidik, tapi juga mendampingi tumbuhnya generasi yang berpikir kritis, berkarakter, dan siap jadi bagian dari solusi.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • “Soalnya Bikin Mikir” ANBK 2025 Jadi Cermin Diri di Esemkada