Keringat, Tawa, dan Strategi: Begini Cara Guru SMKN 2 Selong Taklukkan Outbound

Kamis, 24 Juli 2025 | Juli 24, 2025 WIB Last Updated 2025-07-25T04:55:13Z

esemkadanews -
Kadang, untuk bisa lebih dekat, kita perlu mengambil jarak. Keluar sebentar dari kebiasaan, dari ruang kelas yang penuh jadwal, dari layar laptop dan deretan absen. Itulah yang dilakukan guru-guru SMKN 2 Selong saat mereka berkumpul di Longtun Waterpark, Kopang. Bukan untuk liburan, tapi untuk belajar lagi soal kebersamaan, soal kepercayaan.

Pagi itu, biru muda jadi warna dominan. Seragam olahraga yang biasanya hanya muncul saat lomba sekolah, kini berseliweran penuh semangat. Tapi yang paling terasa bukan warnanya melainkan energinya. Suara tawa, yel-yel spontan, dan semangat saling mendukung mengisi udara. Beberapa permainan menguji kerja sama dan konsentrasi, tapi justru di situlah semua jadi cair.

Tak ada senioritas. Tak ada “paling lama” atau “baru masuk”. Semua berjalan bersama dalam ritme yang kadang tidak sempurna tapi jujur.

“Biasanya kami cuma ketemu di ruang guru. Di sini kami benar-benar jadi tim,” kata salah satu guru, sambil menyeka keringat yang entah karena gerak atau karena bahagia.

Kegiatan ini memang sederhana. Tak ada panggung megah atau seremoni rumit. Tapi ia meninggalkan kesan yang besar. Bahwa di balik target, deadline, dan tugas administrasi, yang membuat sebuah sekolah bertahan adalah hubungan antarmanusianya. Saling percaya, saling angkat, saling paham.

KOMPAK – Bisa Hebat dan Kuat, bukan lagi sekadar slogan yang dijahit di seragam. Ia menjadi semangat yang dipraktikkan ditarik pelan dari tawa, ditumbuhkan dari kerja sama, dan dibuktikan tanpa perlu banyak kata.

Laporan tim @esemkadanews
Kami bukan penonton. Kami pelaku cerita.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keringat, Tawa, dan Strategi: Begini Cara Guru SMKN 2 Selong Taklukkan Outbound